Terjemahan surat At-Tin :
- Demi (buah) Tin dan (buah) zaitun ,
- Demi gunung sinai,
- dan demi negeri (Mekah) yang aman ini.
- Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,
- Kemudian, kami kembalikan mereka ke tempat yang serendah-rendahnya,
- Kecuali orang-orang beriman yang mengejarkan kebajikan; maka mereka mendapatkan pahala yang tiada putus-putusnya.
- Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?
- bukankah Allah hakim yang paling adil.
kandungan surat At-Tin
Allah swt. mengawali surat At-tin dengan beberapa sumpah. Allah swt. bersumpah dengan menyebut buah tin, zaitun, gunung siani, dan kota mekah. Buah tin dan zaitun banyak tumbuh di baitul Magdis, tempat Nabi Isa a.s. di utus Allah swt. Gunung sinai adalah tempat Allah swt. berbicara langsung kepada Nabi Musa a.s. adapun kota Mekah adalah tempat Nabu Muhammad saw. di utus.
Allah swt. menjelaskan bahwa manusia itu di ciptakan dalam sebaik-sebaik bentuk, dengan bentuk tubuh yang baik, tampan atau cantik, terkadang membuat membuat manusia salah tingkah. Akhirnya, manusia menjadi sombong dan meremehkan orang lain. kelengkapan dan kebaikn yang diberikan oelh Alla swt. ini harus kita syukuri dengan beribadah, menjalankan semua perintahnya dan menjauhi larangan-Nya.
Manusia yang mulia itu dapat berubah menjadi rendah dan hina di hadapan Allah swr. manusia yang tidak pandai bersyukur selalu berbuat maksiat, dan tidak mau taat kepada perintah Allah swt., ia akan menjadi hina dan rendah di hadapan-Nya. Artinya, ia akan dimasukkan ke dalam neraka. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk senantiasa menaati perintah dan menjauhi larangan Allah swt.
Orang yang senantiasa beriman dan beramal saleh akan memperoleh pahala yang tidak akan putus. Rasulullah saw. adalah sebagai penyampai risalah Allah swt. Beliau adalah manusia pilihan sebagai uswatun hasanah. kita tidak boleh mendustakan ajarannya karena mendustakan agama berarti mendustakan Allah swt. dan masuk neraka.
Allah swt. adalah hakim yang paling adil. Mausia akan mendapatkan apa yang telah di usahakannya selama di dunia. orang yang berbuat baik akan di balas dengan kebaikan. Sebaliknya, orang yang berbuat jahat akan dibalas dengan kesiksaan. Sering kita jumpai kehidpan di dunia terdapat ketidakadilan. ada orang yang tidak mampu, tetapi ia tidak mendapatkan bantuan. sebaliknya, orang sudah mampu, justru ia banyak mendapatkan bantuan. Banyak orang yang bersalah masih berkeliaran di luar dan bebas dari jeritan hukuman. adapun orang yang tidak bersalah, justru mendapatkan perlakuan yang tidak adil. Kita harus adil dalam menyelesaiakan perkara yang berkaitan dengan keadilan. orang yang adil akan mendapatkan syafaat Allah swt. besok pada hari kiamat.